Selasa, 05 Januari 2010

Sulit-Asyik ngblog :)

woow marvelous,,,
hanya itu yg bsa saiia ucpin,hehe. Byangin aja, bljar ngblog tu trnyta sulit uga y! hm,,, sulit2 asik sih, bkin nagih hehe. Awalnya sih hanya iseng ngliat tmn pd dskusiin mslah blog, saiia yg wktu itu blum pnya blog yah jd agak mndir juga dger tmn2 crita mslah blog. Tak lma kmudian biar gak d blg gabteg ma tmn2, saiia smptin deh ngluangin wktu tuk buat blog. Duh awlnya susah bget deh, sumpah!!! gua smpt ptus asa, kok ada ya org yg suka ngblog? pdhal kn sulit bget. slang bbrapa hri gua mulai mncri infrmasi tntang gmn sih biar mdah bljar blog? trinspirasi dr mas ikhsan dblognya /http://ruang-ihsan.blogspot.com/, kbtulan mas ihsan dalah kakak kls saiia. Duh gak nyangkadeh, trnyata dia orgnya asik juga! pdhal akrabnya wktu gua tw klo dia tu bsa ngblog, yagh lgsung aja gua mnta ajarin pdhal sblumnya gak akrab bget! mlhan ngbrol aja gag prnah, trnyata gra2 blog gua bsa sdket ini ma dia hehe. trnyata untuk pmula sprti saiia ini, awalnya emang sulit(smpe skrg msh sulit sih hehe), ntr deh ktnya, klo udh biasa ngblog dgn sndirinya akn bsa. Hm,,, yagh moga aja gua bsa lbih mahir dlm dunia ngblog, mklum slain pnya tmn yg byag dgn ngblog qt juga bsa dpt pnghsilan sndri(itu pun klo blog qt kren hehe), pi klo kek pmula sprti gua, mgkin btuh bbrp bln lgi untuk mnuju k sna. yagh maklum, skrang aja msh bingung mo posting paan, hehe jd malu -_-. buat tmn2, mhon do'a nya y? biar mkin lncar aja hehe:-)
hm,,, o y ne prtma klinya saiia ikut nimbrung d lomba SEO, yg msti ykin gag mnang pi q ngmbil pglmannya z kdpannya, keyword lmbanya  Aku Cuma Seorang Blogger yang Cinta Seo.

Senin, 04 Januari 2010

Aku Cuma Seorang Blogger Yang Cinta Seo

Banyak pembahasan tentang SEO yg di posting teman-teman blogger, sedikit banyak telah membantuku untuk memahami apa itu SEO (Search Engine Optimization). Meski masih pemulaha dalam dunia blog dan masih perlu banyak pengetahuan tentang blog itu sendiri, tak membuatku putus asa untuk mempelajari dunia blog ini. Tentang Seo iti sendiri yang sering diperlombakan sangat mengejutkan, banyak master-master SEO yang uji kebolehan dalam kontes tersebut. Ini menandakan, SEO merupakan sesuatu yang unik untuk dibahas oleh kaula mud maupun yg udh brumuran di dunia blog...hehe

Menjadi pecinta SEO bukan lah hal yang salah, ini menandakan kalo kita itu sangat peduli tentang perkembangan dunia blog di tanah air maupun manca negara. jadi, mulai sakarang aku ikrarkan kalo "Aku Cuma Seorang Blogger yang Cinta Seo". Kenapa??? SEO mrupakan ilmu yg hrus kita ketahui untuk para blogger mania, tnpa mngtahui tntang SEO lbih dlm kita tak kn bsa mnjdikan blog kita maju d kedepan harinya,,, hehe udh sok jd pakar ne^_^

Buat pra master SEO ne, jgn mo ktinggalan lomba SEO yg d adain Aneka Tips. bag 2. hanya 10 hari lo, tritung mulai tgl 6 januari smpe 16 januari 2010. gua ykin pmenangx adalah org profesional d bidang ini. o y keyword yg d perlombakan adalah "Aku Cuma Seorang Blogger yang Cinta Seo". hm,,, good luck y sob!!!
gua hanya bsa bntu do'a aja n nyksiin perlombaan yang tentunya hangat di antara para master SEO, yagh maklum gua hanya manusia biasa yg masih dini tuk mnjadi seorang raja, masih dini dalam dunia blog yang ternyata bikin aku ktagihan mnjadikan blog sbagay tempat curahan hati. hehe



Supported by Forum Indonesia - Hosting Murah - Mens Wedding Bands

Sabtu, 02 Januari 2010

Berpacaran???

Obrolan ringan seputar pacaran di kalangan Remaja. Ada yang PRO ada juga yang KONTRA. PRO bagi mereka yang hanya mengejar kesenangan Dunia dan nafsu syahwat,KONTRA bagi mereka yang paham dengan Hukum Islam dan Benar2 Mencintai Allah s.w.t yg Bukan HAnya di lisan Tetapi tepatri Di Hati.
PACARAN...???kata ini tidak asing lagi di telinga remaja. Mulai dr SD, SMP, SMA, Mahasiswa. Ironis sekali balita umur 4 th sudah tahu apa itu pacaran, Masyaallah!!! Pada masa remaja, biasanya pemuda dan pemudi alias ABG mulai naksir sama lawan jenisnya.Ehm...hayo ngerasa khan?!?Ya bisa dikata tahap pedekate truz pacaran.
“Dalam Agama Islam tidak mengenal istilah pacaran, tapi TA'ARUF semacam mengenal calon pasangan kita itu pun harus disertai dengan mahrom. Bagi kita yang tidak kenal sama sekali bisa lewat tukar menukar biodata atau cari informasi ke keluarga/saudara nya, ke teman dekatnya atau tetangga dan lain sebagainya sebatas tidak melanggar ketentuan Hukum Islam . .
PACARAN itu diharamkan di dalam ISLAM karena mendekati ZINA. Bersyukurlah kalian Remaja yang tidak pernah pacaran Rahmat dan Kasih Sayang ALLAH menyertaimu. . .

“Salah Satu Pegangan Syaitan LAknatullah Untuk Menjerumuskan Manusia Dan senjata Yg Ampuh Yaitu “BErpacaran”
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)
“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)
“Apa Yg Kita Cari dengan berpacaran Selain dari pada Nafsu syahwat Dan kesenangan dunia ,Apakah dengan berpacaran jelaslah jodoh kita . . . .??!!
. Ar Rum 21 => Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir…

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat 49)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah :
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda /pemudi yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

Rosulullah bersabda “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”[An Nuur:31]

Wahai Wanita mukmin Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab(penutup Aurat) sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

”Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya): “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)

“Sesungguhnya Semua Manusia telah berjanji Di Alam rahim Untuk Selalu patuh kepada Zat Yg menciptakanya Kemudian Allah lupakan Saat pindah keAlam Dunia kemudian perlahan2 Allah ingatkan kembali Melalui Al Qur’an . . .
”Dan barang siapa yg mendustakan Al Qur’an ‘Kafirlah mereka . .
“Dan Apakah Kita Merasa yg lebih TAu dr pada-Nya??!!
“Wahai Saudaraku selagi Di dunia inilah kita Bisa saling Tolong menolong ,sbb di akherat kelak semua nafsi2(sendiri2) dan tiada yg bs menolong Kecuali Amal ibadah kita . .

“BErtanyalah salah Malaikat Malik kepada Umat Nabi Muhammad saw yg menghuni Neraka : ‘: "Siapakah kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan." Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.." Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w" Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari ma'siyat terhadap Allah subha nahu ta'ala…

“inilah Yg bisa saya sampaikan Sebagai Hujjah Larangan berpacaran ,Sebagai Mukmin Yg mencintai Allah Jelaslah mematuhi apa yg telah di serukan dan di perintahkan Oleh-Nya . . .

Jangan termakan Propaganda atau terhasut Ungkapan Tidak semua Yahudi atau nasharani Jahat ada kok yang baik

Perhatikanlah firman Allah Ta'ala berikut.
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti Milad (pemahaman) mereka. (QS. Al Baqarah: 120)

1. disana ditulis walan bukan wala artinya tidak akan pernah, ini maksudnya baik dulu, sekarang maupun yang akan datang jadi ketentuan ini abadi sampai akhir zaman.
2. disana ditulis MILAD bukan Dien, MIlad lebih berarti pemahaman, cara hidup, pola pandang, maksudnya biarpun agama kita islam maka tidak perlu pindah agama asal pemahaman, cara hidup, dan pola pandang kita sam dengan mereka misalnya, berbikini, makan babi, hura2, mabuk2an jadi mereka tidak memerlukan orang islam pindah agama yang penting asal mempunyai pola pikir yang serupa dengan mereka


Apakah Yahudi dan Nashrani itu?
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(7)
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. {1} (QS. Al FAtihah)
{1}Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

ditegaskan disini selamanya orang yahudi termasuk golongan yang dimurkai
ditegaskan disini selamanya orang nasrani termasuk golongan yang sesat

Adakah orang2 yang berakhlak baik di dalam Yahudi dan Nasrani?

آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِن قَبْلِهِ هُم بِهِ يُؤْمِنُونَ
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur'an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur'an itu.
53
وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ
Dan apabila dibacakan (Al Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).
54
أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Mereka itu diberi pahala dua kali[1129] disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. [1129]. Mereka diberi pahala dua kali ialah: Kali pertama karena mereka beriman kepada Taurat dan kali yang kedua ialah karena mereka beriman kepada Al Qur'an.
55
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".


Jadi Orang2 yahudi dan Nasrani yang berakhlak baik adalah orang2 yang bila diperdengarkan Al Quran akan segera menyatakan keislaman mereka

Jadi tidak ada orang Nasrani dan Yahudi yang baik menurut islam yang ada orang yahudi dan nasrani yang memusuhi dan tidak memusuhi islam

kenapa tidak ada yang baik? karena walaupun dia termasuk kategori yang tidak memusuhi tetap saja mempunyai potensi setiap saat untuk "MENULARKAN" MILADNYA (PEMAHAMANNYA) kepada umat islam baik dengan sengaja atau tidak sengaja

Jadi hilangkan arti kata "BAIK" disana lebih lugas ditulis memusuhi dan tidak memusuhi, apapun itu kita haram menjadikan mereka sahabat akrab terkecuali berhubungan dalam hal jual beli, tidak boleh dengan alasan apapun mengambil mereka wali dengan lebih condong kepada segala ucapan dan tingkah laku mereka dibandingkan kepada saudaranya sesama muslim

Segala kesempurnan milik Allah dan segala kekhilafan milik hambaNYA

Sebuah fiksi tentang tokoh Islam yg Liberal

“Apa!? kamu hamil?!” Pak tua itu terbelalak mendengar pengakuan putri bungsu yang dicintainya. Dia langsung berdiri dan memburu ke arah sang putri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparannya, tapi...

“Jangan Paa... sabaar..!” istrinya menjerit sambil berusaha menghalangi dengan memeluk erat tubuh gadis kesayangannya. Sang bapak pun mengurungkan niatnya, tapi nampak jelas kemarahan dan kekecewaan luar biasa menguasai dirinya. Tubuhnya bergetar, matanya merah melotot, menatap tajam ke arah putrinya.

“Siapa!? Siapa yang berbuat kurang ajar begini, hah??” bentaknya tiba-tiba.

Sang putri hanya terdiam, terisak dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan sang ibu.

“Ya Allahhh… kenapa ini terjadi pada keluargakuu..?? Aku yang ditokohkan orang sebagai cendekiawan muslim terkemuka di negeri ini, hanya membesarkan seorang pelacur!!!” Orang tua itu mengeluh dan mengomel seolah ingin memuntahkan seluruh kekesalan dan kekecewaan dari ubun-ubunnya. Sementara, sambil terus memeluk anaknya, sang istri berusaha menenangkan suasana.

“Istigfar Paa, siapa sih yang pelacur? Anak kita kan hanya korban…” belum selesai si istri berbicara, “Korban apa? Wong dia sengaja melakukannya!!!” Pak tua yang masih kesal itu kini bertambah marah mendengar istrinya berusaha membela sang anak.

Suasana langsung hening, sang istri hanya menunduk, tidak mampu berkata apa-apa. Sejenak kemudian lelaki tua itu menarik kursi ke arah istri dan anaknya yang masih saling berpelukan, dan menghempaskan tubuhnya yang mulai renta itu.

“Ufhhh…, kenapa kau lakukan ini, Nak?” nada bicaranya nampak mulai menurun. Lalu dia menunduk sambil menutupi mukanya dengan kedua tangan keriputnya, seakan tindakan itu bisa menutupi rasa malu yang akan dipikulnya ketika tersiar kabar di media massa infotaintment, “Putri Cendikiawan Muslim Terkemuka, Hamil di Luar Nikah dengan Pemuda Kristen.”

“Pokoknya, kamu harus dicambuk seratus kali!” tiba-tiba dia berucap tegas. Istrinya yang sedari tadi diam, serta-merta menoleh ke arahnya sambil mengernyitkan dahi.

“Apa, Pa? Dicambuk? Bukannya papa pernah bilang cambuk itu hukuman primitif yang tidak pantas untuk diberlakukan lagi? Papa juga sering menulis di buku dan berbagai media bahwa hudud itu sudah tidak relevan dan ketinggalan zaman?!” sang istri memberanikan diri untuk angkat bicara.

Mendengar itu, sang cendekiawan pun semakin terhenyak ke kursinya, dia pun terdiam tak tahu harus bagaimana.

*****

Semenjak kejadian itu, kini lelaki tua tujuh puluh tahunan itu terkulai lemah di atas pembaringan sebuah ruangan gawat darurat sebuah rumah sakit ibu kota. Dia mengalami depresi yang cukup berat. Dalam dirinya terjadi pertentangan batin yang hebat. Dia sadar bahwa selama ini dia terdepan meneriakkan keabsahan nikah beda agama, meneriakkan slogan anti penerapan syariat Islam, menentang jilbab dan menyatakan jilbab bukan ajaran Islam tapi tradisi Arab. “Itu budaya orang Arab, bukan budaya Islam!” tegasnya setiap saat ketika memberikan mata kuliah di depan mahasiswanya.

Tapi, kini nuraninya berontak ketika menyaksikan kedua putri-putrinya menyingkap aurat, berpakaian minim dan sudah tidak seakidah lagi dengannya. Dia ingin menyuruh mereka istiqamah dalam syariat Islam, hidup dalam rumah tangga islami, dan menutup aurat seperti yang diperintahkan Al Quran, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur. Kedua putrinya justru jadi orang yang gigih mengamalkan ideologi sekuler liberalnya.

Dengan busana gaul ala artis MTV, kini putrinya terjerumus kepada perbuatan zina dengan pemuda non muslim. Nuraninya menuntut untuk menjatuhkan hukuman sesuai dengan syariat Islam. Karena dia sangat mengerti bahwa hukuman di dunia akan membebaskan sang putri dari hukuman yang lebih dahsyat di akhirat nanti.

“Nak, walau bagaimana, kamu adalah seorang muslimah, jika terlanjur melakukan zina, kamu harus bertobat dan dihukum dengan hukuman yang telah ditetapkan oleh Islam.” Entah untuk ke berapa kalinya dia mengatakan itu pada sang putri. Karena tuntutan nuraninya, dia selalu mencoba meyakinkan putrinya agar mau menjalani hukuman cambuk dan pengasingan.

Hingga suatu ketika, saat saat sang putri membesuknya, dia mencoba membujuk putrinya. Tak disangka-sangka sang putri langsung berkata, “Ya sudah, kalau memang dalam Islam seperti itu, aku mau masuk Kristen aja!”

“Apaaa?!” bak disambar petir, pak tua itu langsung terlonjak berdiri. Matanya melotot seolah mau copot. “Kamu sudah gila, ya? Kalo kamu masuk Kristen, kamu berarti Murtad!! Kamu kafir dan...” Ia tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya, karena amarahnya sudah membumbung tinggi. Dengan suara menggelegar dia hardik sang putri yang langsung terdiam, menggigil ketakutan.

“Apa nggak salah denger nih, Pa?” tiba-tiba putri sulungnya yang kebetulan sedang berkunjung, angkat bicara membela adiknya. “Papa ngomong apa sih, murtad.. kafir… Hak Diana dong Pa, untuk masuk Kristen, karena dia sudah merasa tidak cocok dengan Islam. Agama kan, wilayah privat yang tidak bisa dicampuri orang lain. Pindah agama ke Kristen adalah wilayah privat Diana. Papa tidak bisa, dong... ikut campur!”

“Jangan asal ngomong kamu, Len!!” pak tua itu langsung membentaknya.

“Dengar Lena, sebenarnya papa tidak pernah merestui kamu menikah dengan orang Kafir itu. Haram hukumnya muslimah menikah dengan orang kafir!!”

“Sekarang papa berani bilang begitu, lalu kenapa papa selama ini sibuk menulis di buku dan berbagai media bahwa semua agama itu sama kebenarannya? Untuk apa papa berkoar-koar semua pemeluk agama akan masuk surga? Itu semua bohong? Iya, Pa? Papa selama ini hanya menipu orang banyak dengan semua tulisan dan ucapan Papa itu?” Lena memberondong sang ayah yang sudah tua dan sedang sakit itu dengan berbagai pertanyaan yang sangat menyudutkan.

“Diaamm..!!!” dia semakin kalap mendengar ocehan sang putri sulung.

“Kenapa Lena harus diam? Lena kan hanya mengulang ucapan-ucapan yang Papa ajarkan!” Si sulung tidak mau kalah, balas membentak. “Asal Papa tahu, sekarang aku sudah ikut agama Mas Yudha, aku sudah masuk agama Budha!”

“Apaa?! ... beraninya kamu murtad Lena.. kamu sudah kafir, akan masuk neraka… darahmu sekarang halal ditumpahkan… akan aku bun... aaaakhhh!”

“Pa..pa..istigfar pa…, istigfaaar!!!” Sang istri berusaha menenangkan suaminya yang berteriak-teriak mengigau. Lelaki itu terus meronta-ronta sambil berteriak tak karuan. “Susteer… tolong susteer..” Sang istri pun menjerit histeris. Tak lama kemudian berdatanganlah beberapa perawat laki-laki, memegangi tangan dan kakinya sampai dia tenang kembali.

“Ahh.. hhh..hhh” lelaki itu nampak terengah, nafasnya memburu..

“Tenang Pak, istigfar..” salah seorang perawat terus berusaha menenangkannya.

Lelaki tua itu pun berangsur tenang, perlahan dia membuka kedua bola matanya, memandang sekelilingnya. Nampak olehnya sang istri yang masih menyisakan cemas di wajahnya. Kedua biji matanya menyapu sekeliling ruangan itu, namun tak didapatinya kedua orang putrinya.

“Ma.. apa.. d..Di..ana jj..jadi masuk kk..Kristen?” mulutnya bergetar, dengan suara yang amat lemah dia berusaha bertanya ke istrinya. Setelah terdiam beberapa saat, bingung harus menjawab apa, sang istri pun memberanikan diri untuk mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

..Kepalanya terkulai lemas, tatapannya kosong, perlahan dia pun kembali memejamkan mata… tiba-tiba.. dia teringat sebuah hadits Nabi yang dulu sangat dihafalnya sejak kecil...

“Fhhhhh…” lelaki itu menghembuskan nafas kuat-kuat, seolah ingin melepaskan semua beban di dadanya. Kepalanya terkulai lemas, tatapannya kosong, perlahan dia pun kembali memejamkan mata… tiba-tiba.. dia teringat sebuah hadits Nabi yang dulu sangat dihafalnya sejak kecil... “Apabila anak Adam meninggal dunia, terputus seluruh amalannya kecuali tiga perkara… Ilmu yang bermanfaat, shadaqah jariah, dan anak shaleh yang akan mendoakan..” Dia langsung membelalakkan matanya, “Anak yang shalehhh…” mulutnya berdesis. “Aku tidak punya anak yang shaleeeh… kedua putri ku telah murtaaad!!.. aahhh, siapa nanti yang akan mendoakanku?? Hik..hik..hik..” dia pun terisak, tubuhnya berguncang hebat menahan isakan tangis penyesalannya.

***

Sang cendekiawan tertunduk menatap tajam ke arah gundukan tanah yang masih merah tempat istrinya dibaringkan untuk selama-lamanya. Tanpa disangka, istrinya yang segar-bugar, mendahuluinya menemui sang Khaliq. Sementara sang cendekiawan tua yang belum bisa mengatasi depresi berat itu masih bertahan hidup, meski sakit-sakitan. Kini, tinggallah Kyai Liberal ini dengan dua orang putrinya.

Tiba-tiba dia tersentak, teringat kedua putrinya kini beda agama dengannya, berarti hanya dia sendiri yang muslim.

Ketika hendak beranjak berdiri. Tanpa sengaja bola matanya terpaku pada sebuah nisan berlambang salib, tak jauh dari makam istrinya. “Ya Allah, bila aku mati nanti, akankah namaku terpampang di batu nisan seperti di makam salib itu?” [azz@hra/voa-islam.com]

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru

Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu

Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat. Sementara beberapa pekan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun. (sa/berbagaisumber)

Penebar Islam Liberal = Domba Kaum Zionis

"Peran yang dimainkan oleh orang-orang liberal, para pemimpi utopis itu, pada akhirnya akan dimainkan ketika pemerintah kita mereka akui. Sampai saat itu, mereka akan tetap melayani kita dengan baik.

Oleh karena itu, kita akan terus mengarahkan pemikiran-pemikiran mereka kepada segala macam konsepsi dengan teori-teori fantastis, baru, dan nampak progresif: yang akan sia-sia, karena kita tidak akan mengisi kepala-kepala kosong para goyim (istilah Ibrani bagi orang non-Yahudi atau gentile menurut istilah Latin) itu dengan kemajuan ataupun dengan keberhasilan yang sempuma; hingga tidak satu pun dari otak para goyim itu yang mampu memahami, bahwa di dalam kata liberal ini tersembunyi pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan segala aspek kebenaran, karena hal itu bukanlah masalah tentang penemuan-penemuan materi, dan karena kebenaran itu hanya satu, yang di dalamnya sudah tidak ada lagi tempat bagi kemajuan (progress).

Kemajuan itu bagaikan sebuah gagasan yang keliru, bekerja untuk menutupi kebenaran, sehingga tak seorang pun dapat mengetahui tentang kebenaran itu, kecuali kita, Manusia Pilihan Tuhan, yaitu wali-wali-Nya."
(Kutipan Protokol Ke-13 dari Protocols of the Learned Elders of Zion).

Pencipta Isme-Isme

Bila Anda pernah membaca Protocols of the Learned Elders of Zion (Protokol Panatua Panutan Kaum Zionis), yang lazim juga disebut Protocols of Zion, maka dengan gamblang kita akan memahami bahwa para Panatua Panutan Zionis di abad ke-18 yang mereka sebut Abad Pencerahan (Enlightment Era), yang hampir secara bersamaan lahir gagasan-gagasan tentang nasionalisme sebagai antithesis terhadap feodalisme dan sosialisme sebagai antithesis terhadap kapitalisme serta sekularisme sebagai antithesis theokratisme adalah pencipta isme-isme dunia yang saling bertentangan itu. Jadi, semua isme dunia yang pernah kita kenal 'yang sebagian di antaranya sempat dianut oleh berbagai golongan atau partai politik di Indonesia' pada hakikatnya lahir dari Satu Ibu Kandung yang sama.

Lalu, mengapa mereka harus menciptakan dan mempromosikan isme-isme yang saling bertabrakan itu?

Untuk mencoba mengerti hal itu, kita harus mampu memahami sistem, struktur, dan budaya yang mereka anut. Sistem yang mereka anut disebut Fertile Crescent System, struktur yang mereka gunakan disebut The Golden Triangle Structure dan budaya yang mereka pakai adalah Conflict Culture. Artinya, konflik merupakan budaya yang terkandung di dalam sistem dan struktur yang mereka anut dan gunakan. Tanpa konflik, struktur yang mereka gunakan akan runtuh dan secara serta-merta sistem yang mereka anut pun akan hancur (catastrophic level). Oleh karena selama puluhan abad sistem peradaban yang kita anut mengacu pada Fertile Crescent System - yang konon didesain oleh Raja Babylonia, Nimrod atau Namrud, 4 millennium yang lalu maka dengan sendirinya dunia kita selama puluhan pula tak pernah damai, alias selalu terjerumus dari satu peperangan ke peperangan yang lain. Di Eropa, Fertile Crescent System dikenal dengan Labyrinth/Knossos dan di China disebut San Kuo.

Kebenaran Mutlak

Kalau kita berbicara tentang kebenaran, maka tentu saja hanya ada satu kebenaran, yaitu Kebenaran dengan K besar (uppercase) yang artinya Kebenaran Mutlak. Tentu saja Kebenaran dengan K besar hanya milik Yang Satu pula, yaitu Sang Maha Pencipta.

Sebaliknya, bila kita berbicara tentang 'kebenaran' dengan 'k' kecil (lowercase), kita akan menemukan banyak 'kebenaran'. Nah, di sinilah para pemikir, penabur, penganjur, dan penganut Islam Liberal bermain. Bermain-main dengan 'kebenaran' ('k' kecil), tetapi mencoba menghujat Kebenaran (K besar). Tentu saja hal itu bukan maqom-nya. Artinya tidak sepadan.

Kalau ada cendekiawan yang melayani perdebatan dengan penganut Islam Liberal, sama dengan mereka bermain gaple, permainan akal-akalan.

Bagaimana tidak? Seorang pemain gaple yang pada gebrakan awal mengeluarkan kartu balak empat, berharap lawan-lawannya berfikir bahwa dialah memegang banyak kartu gacoan empat. Ketika lawan-lawannya menutup kedua pintu empat itu, ia senang sekali, karena pada kenyataannya kartu gacoan empatnya cuma satu itu. Tentu saja yang "main" adalah kartu lain yang bukan gacoan empat. Lawan-lawannya kecele, karena kartu empat yang ada di tangan mereka justeru tak pernah bisa keluar lagi, karena tak diberi kesempatan untuk muncul.

Begitu pula dengan para penganut Islam Liberal, mereka menafikan hukum wajib menutup aurat dengan pernyataan bahwa pakaian yang tertutup merupakan budaya Bangsa Arab. Jadi, hukum menutup aurat bukan Kebenaran, sehingga perintah tersebut boleh-boleh saja tidak diikuti.

Apalagi sekarang ini, wanita-wanita telanjang atau setengah telanjang atau mempertontonkan pusarnya bertebaran di mana-mana. Dan, hal itu telah "diterima" zaman, karena tidak ada yang protes dan banyak pula diikuti oleh kaum wanita dari perkotaan hingga ke pedesaan. Konsekuensinya, agar Islam dan al-Qur'an tetap eksis, maka Islam dan al-Qur'an harus mengintil-ngintil di belakang zaman. Inilah pemahaman mengenai 'kebenaran' penganut Islam Liberal, yang sesungguhnya bukanlah Kebenaran.

Bagi mereka yang cukup mengerti tentang hukum-hukum Islam, tentu saja akan mampu membaca 'permainan gaple' tersebut. Para penganut Islam Liberal menafikan Kebenaran Mutlak. Kata mereka, "Tidak ada itu Kebenaran Mutlak, yang ada adalah kebenaran relatif."

Tetapi, entah karena licik atau idiot, mereka memberikan postulat (dalil) bahwa zaman ini pasti menuju kepada Kebenaran Mutlak, karenanya Islam maupun al-Qur'an harus 'mengikuti' (mengintil-ngintil) zaman. Terbuktilah bahwa perdebatan tentang ini hanya 'akal-akalan'.

Sama persis dengan 'akal-akalan'-nya para Panatua Panutan Kaum Zionis, yang menciptakan ide liberal sebagaimana yang dikutip dari Protocols of Zion di awal tulisan ini. Mereka mengatakan, bahwa untuk mencapai Kebenaran Mutlak harus melalui proses liberalisasi. Padahal mereka mengetahui dengan pasti, bahwa di dalam kata liberal itu terkandung pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan Kebenaran yang Satu.

Kemudian, mari kita tengok postulat mereka yang lain, yakni Umat Islam dilarang memandang dirinya sebagai masyarakat yang terpisah dari golongan yang lain. Kata 'terpisah' dalam hal ini dibuat tidak jelas. Para penganjur Islam Liberal menganggap wanita muslim yang mengenakan pakaian tertutup (menutup aurat) sebagai 'memisahkan diri' dari golongan yang lain, sementara yang mempertontonkan paha, pusar, dan sebagian payudaranya, tidak dianggap 'memisahkan diri' dari golongan yang lain; dan bahkan golongan kedua ini tidak dipermasalahkan, kalau tidak bisa dikatakan 'didukung'.

Sebagai konsekuensi tidak memisahkan diri dari golongan yang lain, Umat Islam harus menjadi bagian dari keluarga universal yang berlandaskan humanisme, demikian pandangan para penganut Islam Liberal. Humanisme adalah landasan ideal kaum Yahudi-Illuminati (periksa Piramida Illuminati Bertingkat 13), sama dengan al-Qur'an yang merupakan landasan ideal bagi Ummat Islam dari dulu hingga sekarang dan nanti. Jadi, Ummat Islam diminta meninggalkan al-Qur'an dan menggantinya dengan humanisme, agar bisa menjadi anggota keluargauniversal. Dengan demikian, secara induktif dapat disimpulkan, bahwa Islam Liberal sama dengan Yahudi-Illuminati. Setidak-tidaknya,penganut Islam Liberal adalah para goyim yang digembalakan oleh Kaum Yahudi-Illuminati, atau Domba-domba Kaum Zionis. Betul, nggak ?
 

sponsored reviews

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com
eL-fadeL Community Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template